OPERANT CONDITIONING
INSTRUMENTAL CONDITIONING
- Yaitu perilaku yang kita lakukan menghasilkan konsekuensi. JIka konsekuensi/dampak menyenangkan bagi kita (positif), kita cenderung akan mengulanginya, dan jika konsekuensinya/dampak tidak menyenangkan (negative), kita cenderung meninggalkannya.
- Teori ini ditemukan oleh B.F Skinner
- Contoh Operant:
1. Belajar tekun (perilaku) menghasilkan nilai yang tinggi (konsekuensi). Sebagai akibat pengetahuan akan asosiasi ini, organisme belajar meningkatkan perilaku yang diikuti oleh pemberian penghargaan (rewards) dan mengurangi perilaku yang menghasilkan hukuman (punishments).
2. Anak akan mempertahankan perilaku mencium tangan saat bertemu dengan orang dewasa karena ia mendapat pujian ”anak manis” atau ”anak pintar” dari orangtuanya dan dari orang dewasa lainnya.
3. Anak batita belajar untuk mengatakan ”pipis” atau ”pup” karena ia mendapat teguran dari orangtua BAB/ BAK di celana atau merasa tidak nyaman dengan celananya yang basah dan kotor.
4. Tidur tidak terlalu malam dan mengaktifkan alarm agar bisa bangun pagi dan melaksanakan sholat subuh.
5. Agar bisa berbahasa Inggris, harus membiasakan diri untuk membaca literature Bahasa Inggris, berbicara dengan Bahasa Inggris, dll
Metode-Metode dalam Operant Conditioning
Reinforcement (Penguatan)
- Yaitu stimulus yang mengikuti respon yang akan meningkatkan kemungkinan respon itu diulangi lagi.
- Primary & Secondary Reinforcement
a. Primary reinforcement: penguatan yg terjadi secara ilmiah yang berhubungan dgn kebutuhan biologi. Misalnya: makan, minum, sentuhan
b. Secondary Reinforcement: penguatan yg mengikuti primary reinforcement. Misalnya: uang, pujian,
- Positive & Negative Reinforcement
a. Positif reinforcement yaitu proses belajar melakukan aktivitas yang mengarah pada hasil yang diinginkan/hasil yang menyenangkan.
Contoh : 1. Rajin belajar akan mendapatkan nilai yang baik dan dipuji guru
2. Tekun bekerja memdapatkan uang
3. Artis mendapatkan award & pujian
4. Anak yang bisa mengerjakan tugas diberikan hadiah
b. Negative Reinforcement yaitu proses belajar melakukan suatu aktivitas yang dapat menghindarkan orang tersebut dari konsekuensi yang tidak diinginkan
Contoh: 1. Orang minum obat agar tidak sakit
2. Rajin minum jamu agar badan sehat dan segar
3. Berhenti di lampu merah agar tidak mendapatkan kecelakan
4. Membayar pajak sesuai jadwal agar tidak mendapatkan denda
5. Datang tepat waktu agar tidak dihukum
Schedule Of Reinforcement
Terbagi menjadi 2:
1. Continues Reinforcement
Memberikan reward di setiap perilaku yang diinginkan, jadi setiap melakukan perilaku yang diinginkan langsung diberikan reward.
Contoh: 1. Memberikan “bintang” kepada murid jika telah menyelesaikan tugas
2. Memberikan daging ke lumba-lumba setelah berhasil melompati lingkaran api
3. Partial reinforcement:
Memberikan reward atas perilaku yang diinginkan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, jadi reward tidak diberikan setiap melakukan perilaku yang diinginkan.
Partial reinforcement dibagi menjadi 4:
A. Fixed interval schedules
Contoh: – Pembayaran gaji setiap hari jum’at jam 15.00
- Mendapatkan kenaikan gaji setiap ulang tahun perusahaan.
B. Variable interval schedules
Contoh: – Auditor melakukan pemeriksaan mendadak setiap delapan minggu kpd berbagai kantor cabang. Kadang mungkin antara enam minggu, lain kali mungkin sepuluh minggu.
C. Fixed ratio schedules
Contoh : – Rewards diberikan setelah jumlah produksi tertentu dicapai
D. Variable ratio schedules
Contoh : – contoh satu saat rewards diberikan setelah berhasil menjual 20, kali lain 15, kali lain lagi setelah 25 unit terjual dll
Punishment
Yaitu penetapan konsekuensi negative atas perilaku yang tidak diinginkan
Terbagi :
1. Punishment positive
yaitu memberikan sesuatu yang tidak menyenangkan untuk menghentikan/mengurangi tindakan tersebut
Contoh: 1. Berdiri di depan kelas ketika terlambat
2. Menyerahkan SIM ketika melanggar tata tertib
3. Dicukur rambutnya karena sering melanggar aturan
2. Punishment Negative
Yaitu mengambil sesuatu yang menyenangkan untuk mengurangi tindakan tersebut
Contoh: 1. Mendapat nilai jelek akhirnya tidak boleh main
2. Tidak boleh nonton TV jika tidak menyelesaikan tugas rumah dahulu
3. Diambil mainan mobilnya karena malas belajar
Syarat Punishment:
1. Punishment harus dilakukan segera
2. Punishment tidak boleh terlalu lemah ataupun terlalu keras
3. Punishment harus fokus pada tindakan yg tdk diinginkan, bukan kepada pribadi orang yang sedang dihukum
4. Punishment hrs diterapkan secara konsisten kpd setiap pegawai, dilakukan oleh setiap supervisor, sepanjang waktu
5. Alasan punishment dilakukan harus dengan jelas dikomunikasikan
6. Punishment tdk boleh dilemahkan dengan pemberian rewards atau perasaan bersalah/menyesal.
Perbedaan Negative reinforcement & Punishment
Negative R.
Punishment
Berhenti ketika lampu merah agar tidak kecelakaan
SIM dicabut karena sering kecelakaan
Membayar tagihan tepat waktu agar tidak mendapatkan denda
Mendapatkan denda karena sering terlambat membayar tagihan
Mematuhi perintah orang tua agar diberi kebebasan
Hilangnya kebebasan karena melanggar aturan orang tua
Berikut diagram yang dapat membantu menjelaskan empat metode yang ada pada Operant Conditioning.
Operant Conditioning
… Diberikan
… Dihilangkan
Hal yang baik
Positive Reinforcement
Negative Punishment
Duduk = Hadiah
Tidak Duduk = Tidak Ada Hadiah
(menambah respon)
(mengurangi respon)
Hal yang buruk
Positive Punishment
Negative Reinforcement
Tidak Duduk = Sentakan Tali
Duduk = Tidak Ada Sentakan Tali
(mengurangi respon)
(menambah respon)
Shaping
yaitu suatu proses yang bertahap yang terjadi pada operant conditioning untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Proses ini dimulai dari yang sederhana, setelah berhasil terus menuju pada tahap yang berikutnya, ini disebut Successive approximation.
Langkah2 shaping:
Langkah-langkah
Contoh
1. Tetapkan perilaku yang diinginkan
Meningkatkan kecepatan mengetik
2. Identifikasi kemampuan dasar saat ini
Saat ini mampu mengetik 50 kata permenit
3. Tetapkan criteria standars yang diinginkan
Kecepatan mengetik yg diinginkan 65 kata per menit
4. Pilih satu factor pendorong
Berikan penghargaan atas peningkatan dlm kecepatan mengetik
5. Memberikan reward atas perilaku yg telah mendekati sasaran
Berikan penghargaan ketika prestasi meningkat ke 55 pm, 60 kpm, dan 65 kpm
6. Dievaluasi kembali secara periodik
Monitor perubahan kinerja pergetikan, penyimpangan dr tujuan dan tetapkan factor prndorong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar